Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Inspirasi. Tampilkan semua postingan

12 Juni 2010

Islam Juga Bisa Trendi, Lho...

Ngobrolin seputar tren remaja kayak kita-kita ini, pasti nggak jauh dari persoalan gaya hidup. Mulai cara berdandan sampe berperilaku, remaja nggak pernah kehilangan dunianya yang mesti gaul, beken, en trendi. Dan lucunya sebagian kita suka seenak dengkul ngikutin tren. Asalkan asyik dan populer, tren apa aja dijabanin biar tetep diakui sebagai remaja gaul. Nggak peduli norak, murahan, mahalan, atau bebas nilai. Cuek aja meski ortu, temen, dan lingkungan sekitar nganggap aneh. Namanya juga tren. Pikirnya selalu diawali dari keterasingan. Wuih!, nyomot filsafat dari mana tuh? Ada-ada aja neh!


Dan akhir-akhir ini, tren hiburan dari negerinya Hidetoshi Nakata lagi banyak digandrungi remaja. Popularitas tokoh kartun produk negeri sakura ini kian sulit dihilangkan dari benak kita. Lagi nonton sepakbola, terlintas sosok Kapten Tsubasa dan kiper tangguh Wakabayashi. Mau jalan-jalan tapi nggak pake ongkos, inget ‘Pintu Kemana Saja' punya Doraemon. Atau terbang pake ‘Baling-baling Bambu'. Pas lagi marah banget, pengen punya kekuatan Super Saiya Songgoku plus ‘Kungfu Peremuk Tulang'-nya Chinmi. Giliran kehilangan dompet, nyariin Detektif Conan atau paling nggak Detektif Kindaichi untuk dimintai bantuan. Wis pokok komplit dah!


Nggak cuma tokoh kartun, mainan anak-anak jepang juga populer di lingkungan adek-adek kita. Ada mobil balap Tamiya yang melesat cepat dalam sirkuit layaknya balap Formula 1. Ada juga gangsing model baru yang dikenal dengan julukan Bey Blade . Terbuat dari plastik yang dilengkapi lempengan logam di pinggirnya yang bisa mengeluarkan percikan api jika beradu dan nggak pake tali untuk memutarnya. Atau Yoyo modern yang juga terbuat dari plastik dan bisa nyala ketika berputar. Nggak ketinggalan kendaraan Sinchan alias otophet yang juga ikut beken.
Selain dari Jepang, tren budaya Barat juga sering menyapa remaja muslim via tayangan televisi. Bombardir iklan yang membidik pasar remaja menggiring generasi muda untuk terjun dalam gaya hidup konsumerisme. Gaya hidup yang memaksa remaja untuk gila belanja produk-produk terbaru biar nggak ketinggalan zaman. Telgam polyphonic yang dilengkapi camera, t-shirt tang top yang full pressed body , atau makan fast food seolah menjadi symbol remaja trendi. Tengsin dong kalo masih nenteng ponsel monophonic . Apalagi nggak punya ponsel. Malu!
Gaya hidup maksimalis dalam menikmati hidup, juga kian santer di lingkungan remaja. Liburan, udah nggak jamannya ngerjain tugas sekolah atau berkutat di perpustakaan nyari referensi. Kalo ada duit, berlibur ke luar negeri kudu jadi prioritas. Kalo bokek, cukup menikmati alam kebebasan gaya pengembara China Kwai Chang Kaine yang murah meriah. Bermodalkan panci butut, tas ransel pinjeman, atau slayer dari lap pel, pede nyabotase pick up/truk kosong untuk sampe di tujuan. Kalo perlu, jalan kaki sampe gempor. Niatnya sih mau hiking, tapi tuh badan malah tambah ceking. Mentang-mentang ngefans sama Aming. Hehehe… (ayo ngaku aja, bukan nuduh lho!)
Mumpung masih muda, nggak sedikit dari kita-kita yang tergoda untuk menjadi bintang. Apalagi jalan pintas menjadi selebriti via tren audisi pelawak atau penyanyi makin menjamur. Potensi remaja dipasung sebatas penampilan modis dan suara merdu. Masa depan remaja pun seolah dipatok di atas panggung hiburan. Bisa-bisa otak remaja kita tetep orisinil nih lantaran jarang dipake. Gaswat euy!
Mengapa jadi tren?
Sobat, kalo di jalan kita ketemu satu orang pake baju dan celana terbalik, kita pasti mikir nih orang mungkin pasien Rumah Sakit Jiwa. Tapi kalo ternyata yang pake pakaian terbalik nggak cuma satu alias banyak, mungkin kita pikir ini gaya berbusana yang lagi tren. Nah lho? Macam mana pula itu?
Yup, pada hakikatnya tren adalah kebiasaan yang dibesarkan media massa sehingga banyak penganutnya. Hal ini pasti melibatkan pihak kapitalis yang menarik keuntungan dari tren yang diangkat ke permukaan. Iya dong. Soalnya mereka yang jualin produk dalam bentuk merchandise , accessories , dan segala pernak-pernik dari tren yang diangkat. Mereka juga yang dapet untung gede dari selebriti muda pendatang baru yang diangkat jadi simbol tren remaja. Dulu, mungkin kita malu pake pakaian warisan ortu yang bergaya tahun 60-an. Tapi ketika dicetuskan trend busana back to sixty terus dipake ama sang idola, kita bangga dan rela merogoh kocek lebih dalam untuk dapetin pakaian model tahun 60-an. Betul?
Media massa sebagai gerbang informasi bagi masyarakat, gampang banget dipake untuk mengangkat sebuah tren. Apalagi kebanyakan konsumen informasi mengandalkan media massa untuk meng- upgrade wawasannya. Mereka nggak punya kemampuan untuk mencari berita sendiri atau sekadar cross check informasi yang didapet dari media massa. Hasilnya, mereka menjadi mangsa keperkasaan media massa dalam menampilkan sebuah tren.
Menurut Elisabeth Noelle-Neuman, seorang peneliti media massa, ada tiga faktor yang membuat media massa begitu perkasa dalam mengangkat sebuah opini. Yaitu, ubiquity , akumulasi pesan, dan keseragaman wartawan.
Ubiquity artinya serba ada. Media massa mampu menghadirkan segala informasi yang dibutuhkan konsumen. Dimana aja, kapan aja, tentang apa aja. Akibatnya, konsumen akan sulit menghindari pesan yang disampaikan oleh media massa dalam setiap liputannya. Informasi dari media massa sering disampaikan dalam bentuk potongan puzzle alias nggak utuh. Informasi lanjutannya diangkat pada edisi-edisi berikutnya. Hingga akumulasi informasi itu terkesan selalu update dan awet. Efek ini diperkuat oleh keseragaman pemberitaan wartawan terhadap sebuah informasi. Sehingga informasi yang sama bisa kita temukan di berbagai stasiun televisi. Kondisi kayak gini yang biasanya mampu melahirkan sebuah tren.
Selain sebagai tambang emas, sebuah tren juga bisa difungsikan sebagai media penjajahan budaya. Tren gaya hidup masyarakat Barat yang bobrok dan sekuler dikemas dalam hiburan trendi yang membidik remaja. Penyebaran ide kebebasan bertingkah laku dalam serial sejenis Dawson Creek atau klip-klip musik MTV sering tak disadari kita-kita, generasi muda muslim. Akibatnya, gaya hidup permissif alias keserbabolehan dalam berbuat lambat laun mendarah daging pada diri remaja muslim. Bahaya kan?
Nah sobat, inilah model penjajahan gaya baru yang dikampanyekan musuh-musuh Islam. Silent tapi mematikan. Karena itu, ingat pesan Bang Napi. Waspadalah….. waspadalah….waspadalah!
Tantangan bagi Islam
Maraknya tren remaja yang amburadul, menjadi tantangan tersendiri bagi Islam. Dua tugas berat kudu ditanggung Islam dalam menghadapi tren itu. Menjadikan ide-ide Islam sebagai tren untuk melawan serangan ide dan budaya Barat serta membentuk generasi muda yang tangguh.
Islam juga bisa jadi tren kalo terus disebarkan. Didukung banyak kalangan, khususnya media massa. Sayangnya, Islam dan kaum muslimin sering muncul di media massa sebagai “tertuduh” dan bertaburan cap jelek aja. Kalo ada bom meledak, langsung deh ke Islam dan umatnya. Seperti tuduhan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Inggris Tony Blair saat mensikapi peristiwa 7/7, yakni meledaknya bom di London Juli lalu.
Kalo kalangan Islam ingin memurnikan ajaran Islam, selalu ditembaki dengan argumentasi HAM. Ketika perhatian kaum Muslimin begitu besar akan kasus ‘nyeleneh' seperti sholat dua bahasa di Malang atau wanita jadi imam dan khatib jumat di US, dituduh memasung kebebasan beragama. Nada protes yang sama juga ditujukan ke MUI ketika Munas-nya menghasilkan sebelas fatwa yang di antaranya mengharamkan aliran ahmadiyah. Lucunya, nada protes itu disampaikan oleh kaum Muslim yang dikomandani orang-orang yang sering dilabeli cendikiawan muslim. Ini kan aneh? Iya nggak seh?
Dalam pemberitaan tentang Islam, kemampuan media massa dalam menghasilkan second hand reality begitu kental. Realitas Islam disajikan pada konsumen setelah melalui proses editing dan rekayasa sehingga jauh dari fakta sesungguhnya. Hal ini bisa kita pahami dari pernyataan seorang Rabi Yahudi Rashoron (1869) dalam suatu khutbahnya di kota Braga. Dia mengatakan: “Jika emas merupakan kekuatan pertama kita untuk mendominasi dunia, maka dunia jurnalistik merupakan kekuatan kedua bagi kita”. Yup, musuh-musuh islam sering membohongi publik melalui media massa yang dikuasainya.
Karena itu, kita kudu pandai memilih dan memilah informasi yang kita peroleh. Kita berharap, menjamurnya media massa Islam mampu menghadirkan informasi first hand reality . Semata-mata fakta, bukan rekayasa!
Islam pasti jadi tren!
Sobat, dengan kecanggihan teknologi yang dimilikinya, Jepang mampu menjajakan tren-nya di negara-negara berkembang. Budaya Barat khususnya Amerika juga menjadi tren di negeri kita lantaran negara mereka punya kekuatan adidaya yang punya akses informasi ke setiap negara. Kita nggak perlu minder akan ketertinggalan sains dan teknologi dari negara-negara maju. Sebab benih sains dan teknologi yang dipake negara-negara maju itu berawal dari para cendekiawan Muslim. Yang kita perlukan sekarang adalah Islam yang hadir dalam bentuk negara adidaya.
Dan someday , yakin deh kalo Islam bakal kembali menjadi adidaya dan tentunya ngetren karena akan memimpin dunia ini. Insya Allah. Firman Allah Swt.:
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa….” (QS an-Nûr [24]: 55)
Rasulullah saw. bersabda: “Islam pasti akan mencapai wilayah yang diliputi siang dan malam (seluruh dunia). Allah tidak akan membiarkan rumah yang megah maupun yang sederhana, kecuali akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan memuliakan orang yang mulia dan menghinakan orang yang hina. Mulia karena Allah memuliakannya dengan Islam; hina karena Allah menghinakannya akibat kekafirannya.” (HR Ahmad dalam Musnad-nya, jld. IV/103)
Saat ini, nggak cukup ngandelin media massa untuk menjadikan ide-ide Islam sebagai sebuah tren yang nggak ada matinya. Saatnya kita ikut terjun ke dunia dakwah. Berani menghadirkan Islam yang murni, benar, dan baik. Sehingga layak dijadikan aturan hidup. Baik oleh individu, masyarakat, maupun negara.
Nah sobat, untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti janji Allah dan RasulNya di atas, aktivitas dakwah nggak boleh kelewat (baik secara lisan maupun tulisan). Selain berlimpah pahala, aktivitas dakwah juga akan membantu kita menjadi remaja muslim yang tangguh. Mampu mensikapi gaya hidup remaja yang lagi in dalam sudut pandang Islam. Nggak asal ngikut kemana angin berhembus.
Oke deh, sebagai langkah awal, yuk kita sama-sama mengenal Islam lebih dalam dan lebih detil lagi. Jangan tunggu hari esok atau waktu luang. Tapi mulai sekarang. Setuju kan? [Hafidz: hafidz341@telkom.net] 

Baca Selengkapnya --> Islam Juga Bisa Trendi, Lho...

Pede donk jadi remaja muslim !

Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba.
Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.
Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!
Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.
Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?
Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…
Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udah understand -lah dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.
Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.
Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.
Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..
Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.
Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!
Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfect dan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).
Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?
Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.
Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain. Huhuy!
Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.
Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.
Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.
Islam bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.
Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?
Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata­kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tiga­belas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” ( The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”
Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh! [solihin] 

Baca Selengkapnya --> Pede donk jadi remaja muslim !

21 Mei 2010

Nicholas Anelka : Islam merupakan sumber kekuatan dan petunjuk dalam hidupku

anelka1

Biodata :

Nama Lengkap : Nicolas Sebastien Anelka
Nama Muslim : Abdul Salam Bilal Anelka
TTL : Versailles, Prancis, 14 Maret 1979
Istri : Barbara Tausia
Klub Saat ini : Chelsea FC
Masuk Islam : 2004
Karier Profesional :
1. Paris Saint-Germain/PSG (Prancis)
2. Arsenal (Inggris)
3. Liverpool (Inggris)
4. Real Madrid (Spanyol)
5. Manchester City (Inggris)
6. Fenerbahce (Turki)
7. Bolton Wonderes (Inggris)

Bagi penggemar sepak bola dunia, terutama pendukung klub Inggris, Chelsea Football Club, tentu tak asing dengan nama Nicolas Anelka. Anelka adalah salah satu striker paling berbahaya apabila berada di depan mulut gawang lawan.

Anelka dikenal sebagai  striker yang sangat produktif dalam menciptakan peluang dan menjebloskan si kulit bundar ke gawang lawan. Pada Liga Primer Inggris ( England Primiership League /EPL) 2008-2009 lalu, Nicolas Anelka menjadi pencetak gol terbanyak ( top score ) dengan 22 gol. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan kompatriotnya, Didier Drogba, penyerang Chelsea asal Pantai Gading.

Nicolas Anelka dan Didier Drogba, adalah salah satu duet  striker yang sangat ditakuti di liga Inggris. Keduanya dikenal sebagai  striker yang haus gol.Anelka termasuk sebagai pesepak bola papan atas dunia. Di klub yang dibelanya saat ini, Chelsea, Anelka menjadi salah satu pemain utama jika tidak sedang dibebat cedera.

Di balik kegarangannya dalam menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan, Nicolas Anelka memiliki sikap yang sangat dingin. Ia sangat jarang tersenyum ketika sudah berada di lapangan. Terkadang, rekan-rekannya sering merasa serbasalah ketika berbicara dengannya. Dirinya sangat fokus pada permainan.

Di lini depan  The Blues, Chelsea, Anelka dikenal sebagai pemain yang kalem dalam bersikap, namun garang di depan lawan. Ia juga terbilang pemain yang tenang dan tidak emosional.

Kondisi ini bertolak belakang saat ia masih memperkuat Real Madrid, Liverpool, Manchester City, dan Arsenal. Ketika itu, pria kelahiran Versailles, Prancis, ini dikenal sebagai pria yang suka  ngambek dan emosional.

Memeluk Islam

Kini, Anelka di kenal dingin, tidak meledak-ledak, dan tidak suka  ngambek lagi sejak bermain di Chelsea. Apa gerangan yang terjadi dengan Anelka? Apa yang menyebabkan dirinya makin bijak dan tenang itu?Dalam wawancara dengan sebuah media di Inggris, ketika ditanyakan tentang sikapnya yang kini dingin dan lebih dewasa itu, Anelka menjawab ringan.

”Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memiliki semangat tinggi. Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajar dari Islam,” tutur Abdul Salam Bilal Anelka, nama Muslimnya.

Sebelumnya, Anelka sempat menyembunyikan identitas keislamannya dari hadapan publik. Bahkan, tak seperti rekannya Franck Ribery, pemain FC Bayern Muenchen, Jerman, asal dari Prancis, yang selalu berdoa ketika pertandingan akan dimulai. Anelka justru diam saja dan benar-benar menyembunyikan identitas Muslimnya.”Bagi saya, agama adalah masalah pribadi, tak perlu diungkapkan ke publik,” terangnya.

Namun belakangan, ketika publik sudah mengetahui identitasnya sebagai pemeluk agama Muhammad SAW, Nicolas Anelka justru makin terlihat arif dan bijaksana.Sejak kapan Anelka memeluk Islam? Ternyata, kepindahannya ke klub asal Turki, Fenerbahce, selepas bermain di Manchester City selama tiga musim, pada tahun 2004 Anelka mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam. Karena itu, pemilik nama lengkap Nicolas Sebastien Anelka ini mengumumkan secara resmi perihal perpindahan dirinya menjadi seorang Muslim.

Dilahirkan di Versailles, Prancis, pada 14 Maret 1979, Anelka menghabiskan masa kecilnya di Trappes, sebuah kota kecil yang berada di pinggiran barat Paris.Sebelum menjadi seorang Muslim, Anelka adalah seorang ateis (tak beragama). Ia juga bukan pemeluk agama Kristen seperti yang diperkirakan oleh sebagian orang. Ia dulunya benar-benar tak memiliki Tuhan.

Namun demikian, di saat dirinya tak beragama itu, Anelka banyak bergaul dan menjalin persahabatan dengan keluarga Muslim. Dan, dari situlah Anelka mulai tertarik dengan Islam. ”Saya menjadi seorang Muslim sejak saya berusia 16 tahun,” curhatnya dalam wawancara dengan majalah Arab, Super Magazine .

Kepada para pembaca majalah FourFourTwo, pemain asal Prancis ini mengungkapkan alasannya mengapa memilih Islam. Islam, kata dia, adalah cara hidup yang cocok dengan dirinya. ”Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama dan hidup saya saat ini. Tapi, ini masalah pribadi dan itu mengapa saya tidak membicarakan hal itu selalu sering. Itu adalah sisi pribadi saya.”

Menganut Islam, diakui striker Chelsea ini banyak membawa perubahan positif dalam hidupnya. Menurutnya, agama Islam menuntunnya untuk tetap bersikap arif. Dan, hal inilah yang melatarbelakangi sikap tenangnya saat berlaga di lapangan.”Islam banyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memiliki semangat tinggi,” tuturnya.

”Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajar dari Islam,” tambahnya. Dalam wawancara yang dimuat di Match, majalah terbitan Prancis, Anelka mengungkapkan bahwa Islam adalah sumber kekuatannya di dalam maupun di luar lapangan. ”Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Dan, akhirnya saya menemukan Islam.”

Di kehidupan pribadi, Anelka menikah dengan seorang perempuan berkebangsaan Belgia, Barbara Tausia, pada 9 Juni 2007 di Marrakesh, Maroko. Pernikahannya dengan wanita yang berprofesi sebagai seorang koreografer ini tidak membuat Anelka memilih meninggalkan keyakinan barunya tersebut. Bahkan, Anelka berencana untuk tinggal di Uni Emirates Arab setelah pensiun nanti. Dan, di sela-sela bermain sepak bola, Anelka kerap bermain tenis dan pernah bermain untuk satu film berjudul ”Le Boulet” sebagai pemain sepak bola bernama Nicolas.

Tetap berpuasa
Sebagai seorang pemain sepak bola profesional dan penganut Islam yang taat, kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan tidak membuat Anelka kesulitan untuk tetap menjalankan aktivitasnya di lapangan hijau. Seperti kebanyakan pemain sepak bola Muslim lainnya di Liga Premier, Anelka berusaha tetap menjalankan ibadah puasa.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah FourFourTwo, peraih Golden Boot Premiership musim kompetisi 2008/2009 ini mengungkapkan bahwa sebagai seorang Muslim yang taat, ia wajib menghormati bulan Ramadhan dengan menjalankan kewajiban puasa.”Sebetulnya puasa bukan suatu hal yang sulit untuk dijalankan. Saya pernah melakukannya beberapa kali. Namun, dalam beberapa kali Ramadhan saya mengalami dua atau tiga cedera. Sehingga, hal itu membuat saya tidak bisa berpuasa.”

Ucapkan Syahadat di Fenerbache

anelkaMusim lalu,  striker Chelsea Nicolas Anelka menjadi pencetak gol  terbanyak Liga Premier.  Striker Prancis ini memang berambisi untuk kembali menjadi top skor bersama rekan satu timnya, Didier Drogba.

Sejak menyatakan diri pindah memeluk agama Islam tahun 2004 lalu, Anelka juga menyandang nama Islam, yakni Abdul Salam Bilal Anelka. Diyakini kepindahan Anelka memeluk agama Islam ini ketika dia membela raksasa Turki, Fenerbahce, setelah tiga musim bermain untuk Manchester City, Inggris. Memulai karier di Paris Saint-Germain, namun setelah itu pindah ke Arsenal, Anelka langsung menjadi pemain utama dan meraih gelar pemain muda terbaik versi PFA.

Usai bermain untuk  The Gunners , julukan Arsenal, Anelka pindah ke Real Madrid tahun 1999 dengan nilai transfer 22,3 juta pound. Sayangnya ia tak betah dan kembali lagi ke klub lamanya, Paris Saint-Germain, dengan nilai transfer lebih rendah, yakni sebesar 20 juta pound.

Meski sudah nyaman di Paris, Anelka kembali mengincar Liga Premier dan bermain untuk Liverpool pada Januari 2002 dengan status pinjaman. Setelah itu, dia bergabung dengan Manchester City dengan transfer senilai 13 juta pound di awal musim 2002-2003. Setelah merumput selama tiga musim bersama Manchester City, kemudian dia pindah ke Fenerbahce.

Di klub Turki inilah, Anelka diyakini mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah dari Fenerbahce, Anelka kembali Lige Premier Inggris. Di benua biru ini, Anelka bergabung dengan Bolton Wanderers yang memboyongnya dari Fenerbache dengan nilai transfer 7-8 juta pound.Kemudian, pada musim kompetisi 2008/2009, Anelka pindah ke Chelsea dengan nilai transfer 15 juta pound. Ia mulai bergabung dengan  The Blues pada Januari 2008 silam, dan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 22 gol. dia/sya/berbagai sumber [republika]

Baca Selengkapnya --> Nicholas Anelka : Islam merupakan sumber kekuatan dan petunjuk dalam hidupku

16 Maret 2010

Delapan kebohongan Ibu dalam hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
----> “Makanlah nak, aku tidak lapar”

KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
----> “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”

KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.
Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam,besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :
----> “Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”


KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku dibawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
----> “Minumlah nak, aku tidak haus!”



KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :
----> “Saya tidak butuh cinta”


KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.
----> Ibu berkata : “Saya punya duit”


KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku:
----> “Aku tidak terbiasa”


KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.
Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini.
Tetapi ibu dengan tegarnya berkata:
----> “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan:
” Terima kasih ibu ! “

Baca Selengkapnya --> Delapan kebohongan Ibu dalam hidupnya