Tampilkan postingan dengan label Hikmah dan Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah dan Kisah. Tampilkan semua postingan

03 Mei 2010

Logika Anak-anak

Suatu hari,ada seorang tua berjalan di tepian sungai. Disana ia tiba-tiba melihat seorang anak kecil sedang berwudhu sambil menangis. Karena penasaran,orang tua itu mendekatinya dan bertanya,"Nak, mengapa kamu menangis?"
"Saya baru membaca Al-Qur'an, hingga sampai pada ayat, "Wahai orang-orang yang beriman,jagalah dirimu dan dkeluargamu dari api neraka (QS. At-Tahrim [66]:6, saya menjadi sangat takut dilemparkan oleh Allah kedalam api neraka.")

Lalu si orang tua menjelaskan,"Nak, engkau masih ma'shum (dilindungi dari dosa). Sungguh, kamu belum berhak masuka api neraka."

Si anak balik bertanya, "Wahai bapak, apakah engkau berakal? Tidakkah engkau melihat bahwa jika orang hendak menyalakan api dalam tungku untuk memasak, biasanya mereka memasukkan kayu yang kecil-kecil terlebih dahulu, baru kemudian yang besar-besar.?"

Mendengar jawaban pernyataan tersebut, si orang tua langsung menangis tersedu-sedu sambil bergumam sendiri,"Anak kecil it benar-benar takut pada api neraka melebih kami,Maka bagaimana halnya dengan dengan keadan kami?"
kedalam api neraka.")

Wahai orang-orang yang mempunyai akal, ambillah i'tibar. Mengapa kalian tidak menangisi diri kalia yang tergadai dengan api neraka, padahal kematian senantiasa menunggagi leherkalian?"
Baca Selengkapnya --> Logika Anak-anak

15 Maret 2010

Teka-Teki Imam Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :

Pertanyaan 1.
Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kerabat

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran:185)

Pertanyaan 2.

Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?

Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang

Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetapi kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Pertanyaan 3.
Iman Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?

Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka .
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mau memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mhu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mau mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai. " (Surah Al-A'raaf, Ayat 179)

Pertanyaan 4.

Imam Ghazali : Apa yang paling berat didunia ?
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah

Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.

Pertanyaan 5.

Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?

Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun

Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat. Na'uzubillahiminzaa lik.

Pertanyaan 6.
Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?

Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang

Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA . Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Baca Selengkapnya --> Teka-Teki Imam Ghazali

28 Februari 2010

Matanya Bisa Melihat Kembali Berkat Doa Ibunya

Imam Abu ‘Abdillah, Muhammad bin Isma’il al-Bukhary dinilai sebagai Amirul Mukminin dalam hadits, tidak ada seorang ulama pun yang menentang pendapat ini.
Lalu apa nikmat Allah atas sejak ia masih kecil?

Imam al-Lalika`iy meriwayatkan di dalam kitabnya Syarh as-Sunnah dan Ghanjar di dalam kitabnya Taariikh Bukhaara mengisahkan sebagai berikut:
”Sejak kecil imam al-Bukhary kehilangan penglihatan pada kedua matanya alis buta. Suatu malam di dalam mimpi, ibunya melihat Nabi Allah, al-Khalil, Ibrahim AS yang berkata kepadanya, ‘Wahai wanita, Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu karena begitu banyaknya kamu berdoa.”

Pada pagi harinya, ia melihat anaknya dan ternyata benar, Allah telah mengembalikan penglihatannya.

(SUMBER: kitab Hadyu as-Saary Fi Muqaddimah Shahih al-Buukhary karya al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalany)
Baca Selengkapnya --> Matanya Bisa Melihat Kembali Berkat Doa Ibunya

Mimpi Itu Mendorongku Untuk Bertaubat

Seorang pemuda larut dalam khayalannya seakan mengulang kembali rekaman kehidupannya jauh ke belakang, “Dulu aku pernah bepergian ke negara-negara eropa setiap musim panas. Di sana aku larut dalam perbuatan maksiat dan dosa demi memuaskan nafsu birahi dan memenuhi keinginan perut. Setelah itu, aku pulang ke negeriku sembari menyayangkan apa yang telah aku lakukan. Aku hanya menjadikan dunia sebagai ladang untuk bersenang-senang bukan ladang menyampaikan kebaikan. Itulah kerugian besarku.

Ketika itu, aku berkeyakinan bahwa perbuatan maksiat adalah suatu kebutuhan primer di masa muda. Sampai pada suatu hari, jiwaku terasa sesak dan mulai jenuh dengan kehidupan. Aku memikirkan bagaimana cara terlepas dari itu semua. Tidak ada solusi yang aku dapatkan selain tidur untuk menenangkan jiwaku. Lalu aku pun mengambil bantal dan hanyut dalam tidur. Ternyata, dalam tidurku itu aku bermimpi seakan-akan kembali lagi ke negeri eropa itu untuk menjadi setan Barat yang jago bergoyang, menyanyi dan berbuat mesum. Namun tiba-tiba!!! Mimpiku itu berubah menjadi sangat menakutkan bagiku. Aku melihat seorang bocah berkulit putih mendekatiku dan berteriak keras, “Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

Aku terkejut luar biasa dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurku tetapi itu tidak kuasa kulakukan seakan sesuatu yang amat berat telah menghimpit dadaku dan mengunci nafasku, kemudian bocah itu menjauh dariku dan aku pun terbangun dalam keadaan ketakutan dan gemetaran.

Kemudian aku tidur lagi namun bocah tadi kembali mendatangiku dalam mimpi. Gerakan dan ucapannya sama persis seperti mimpi pertama. Aku merasa takut untuk berbaring kembali di tempat tidurku dan akhirnya memutuskan untuk berwudhu, membaca al-Qur’an dan shalat dua raka’at. Rupanya tak berapa lama aku mendengar muadzdzin mengumandangkan adzan shalat shubuh, lalu aku pergi ke masjid.

Usiaku sebenarnya masih muda, sekitar 24 tahun, sekali pun begitu, baru sejak shalat shubuh itu aku merasakan ketenangan dan ketentraman jiwa yang sangat aneh sekali, yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.”

Sumber : Qithaar al-Mustaghfiriin karya Jaasim bin Muhammad al-Muththawwa
Baca Selengkapnya --> Mimpi Itu Mendorongku Untuk Bertaubat

19 Februari 2010

Abu Dzar Berdialog dengan Kuburan

Alkisah, ketika Fatimah binti Rasulullah wafat, ada empat orang yang membawa jenazahnya: suaminya, yaitu Ali bin Abi Thalib; dua puteranya, yaitu Hasan dan Husain; serta Abu Dzar Al-Ghifari.
Setelah mereka meletakkan jenazah di tepi kuburan, Abu Dzar Al-Ghifari bangkit dan berkata, "Wahai kuburan, tahukah Anda jenazah siapakah yang kami bawa kepada Anda ini? Dia adalah Fatimah az-Zahra binti Rasulullah, istri Ali al-Murtadha dan ibunda Hasan-Husain." Setelah Abu Dzar berucap demikian, sebuah suara dari dalam kubur menjawab dan didengarkan oleh keempat orang tersebut. "Saya bukanlah tempat bagi orang yang berasal dari nasab dan keturunan yang mulia. Akan tetapi, saya adalah tempatnya amal saleh. Maka, tidak akan ada yang selamat dari saya kecuali orang yang banyak kebaikannya, selamat hatinya, dan ikhlas amalnya." (**)
Baca Selengkapnya --> Abu Dzar Berdialog dengan Kuburan

12 Februari 2010

Budi Perangai Rasulullah SAW

Rasulullah adalah seorang yang paling sempurna bentuk tubuhnya, teramat tinggi budi perangainya,pikirannya beliau amat cerdas dan luas,
suka dan mencintai fakir miskin, selalu kasih sayang kepada sesama manusia, beliau tiada pernah marah kecuali jika perintah Tuhan dilanggar (tidak pernah marah karena dorongan hawa nafsu)Beliau selalu memberi ampun terhadap orang-orang yang pernah menyiksa atau menyakitinya. Beliau bukan seorang yang suka mencaci dan mencela lagi bukan seorang yang gemar melaknat pada orang lain. Beliau sangat takut pada Allah, berani lagi kuat, dermawan dan mulia, fasyih lidahnya, bersih dan suci bicaranya, kepandaian beliau dalam soal bahasa dikagumi orang-orang, karena beliau mahir berbahasa kabilah-kabilah Arab yang bermacam-macam jalan bahasanya itu. Beliau melarang para sahabatnya akan berdiri untuk menghormat beliau pada waktu beliau memasuki persidangan, karna memang beliau tidak gila pangkat dan hormat.
by : ikhtisar khulashoh nurul yaqin.
Baca Selengkapnya --> Budi Perangai Rasulullah SAW

11 Februari 2010

Menjelang & Wafatnya Rasulullah SAW

Pada akhir bulan shafar tahun kesebelas hijriyah beliau mulai sakit selama 13 hari ditengah sakitnya itu beliau berpindah-pindah ke rumah istri-istri beliau dengan bergilir.
Ketika sakitnya sudah teramat parah, beliau minta izin kepada istri-istrinya agar sakitnya itu dirawat di rumah 'Aisyah lalu mereka mengizinkan dan dibawalah kesana, kaum Anshar mendengar Rasulullah SAW sakit lalu mereka berkumpul di Masjid untuk menjenguk kemudian saidina 'Abbas memberitahukan beliau atas dukacita dan berkumpulnya mereka itu, maka keluarlah beliau ke tempat mereka berkumpul itu dengan diikat kepalanya dengan serban dan berjalan gemetar (menggigil) yang didampingi oleh saidina Ali Kw dan fadiel, sambil beliau merangkul dan bersandar pada keduanya. Kemudian beliau bersabda " Hai orang banyak ! sesungguhnya telah sampai kepadaku dan akupun mengerti bahwa kamu semua itu takut akan kematian Nabimu. Apakah tetap hidup Nabi-nabi sebelum saya dulu yang diutus Allah ? Maka kalau kiranya ada yang tetap, tentu aku akan ada disampingmu selalu ? Ingatlah bahwa sesungguhnya aku akan bertemu pada Tuhanku, dan kamu semua akan bertemu padaku besok. Maka aku berpesan kebaikan pada kamu semua sebagai kaum muhajirin yang pertama" Beliau wafat pada hari senin tanggal 13 Rabi'ul awal tahun kesebelas hijriah umur beliau pada saat itu 63 tahun.
By ihtisar Khulashatun Nurul Yakin
Baca Selengkapnya --> Menjelang & Wafatnya Rasulullah SAW

30 Januari 2010

Kisah AshHabul Kahfi


Mereka adalah para pemuda yang diberi petunjuk oleh Allah Ta'ala serta Dia mengilhami mereka keimanan, sehingga mereka mengenal Allah dan mengingkari keyakinan kaum mereka yang menyembah berhala. Mereka mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah akidah mereka disertai dengan perasaan takut akan kekejaman dan kekerasan kaum mereka, seraya berkata,


artinya, "Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian ،K." (Al-Kahfi: 14), yakni jika seruan kami ditujukan kepada selain-Nya, ،§maka sungguh kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran." (Al-Kahfi: 14), yakni perkataan keji, dusta dan zhalim. Sedangkan "kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai ilah-ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah." (Al-Kahfi: 15).
Setelah mereka sepakat mengenai keyakinan tersebut dan menyadari bahwa mereka tidak mungkin menjelaskannya kepada kaum mereka, maka mereka memohon kepada Allah Ta'ala supaya dimudahkan urusan mereka, artinya, "Wahai Rabb kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (Al-Kahfi: 10).
Kemudian mereka berlindung ke gua, lalu Allah Subhannahu wa Ta'ala memudahkan urusan mereka, melapangkan lubang gua serta menempatkan pintunya di sebelah utara, sehingga tidak terkena sinar matahari; baik ketika terbit maupun saat terbenam, dan mereka tertidur dalam gua di bawah penjagaan serta perlindungan Allah Subhannahu wa Ta'ala selama tiga ratus sembilan tahun. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah melindungi mereka dari rasa takut, karena posisi mereka (gua) berdekatan dengan kota kaum mereka.
Allah Subhannahu wa Ta'ala senantiasa menjaga dan melindungi mereka dalam gua tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,artinya, "Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri" (Al-Kahfi: 18), supaya bumi tidak membusukan tubuh mereka.
Kemudian Allah Subhannahu wa Ta'ala membangunkan mereka setelah tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama "supaya mereka saling bertanya diantara mereka sendiri." (Al-Kahfi: 19). Akhirnya mereka menemukan jawaban yang sesungguhnya, sebagaimana hal tersebut ditegaskan oleh Allah Ta'ala di dalam firman-Nya, artinya, "Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)." Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi): "Rabb kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini." (Al-Kahfi: 19). Allah Subhannahu wa Ta'ala menjelaskan kisah ini hingga akhir.
Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Dan Faidah-Faidah Yang Dapat Diambil Dari Kisah Tersebut
Di dalam kisah tersebut terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala dan faidah-faidah yang bermanfaat, di antaranya:
Bahwa kisah ashhabul kahfi, meskipun sangat mengagumkan, tetapi bukan merupakan tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala yang paling mengagumkan, karena Allah Subhannahu wa Ta'ala memiliki tanda-tanda kekuasaan tersendiri dan kisah-kisah lain yang di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi orang-orang yang berkenan merenungkannya.
bahwa orang yang memohon perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala, maka Allah akan melindungi dan menyayanginya, dan menjadikan nya sebab-sebab untuk menunjukkan orang-orang yang sesat. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah melindungi ashhabul kahfi dalam tidur mereka yang cukup lama dengan memelihara keimanan dan tubuh mereka dari gangguan serta pembunuhan kaum mereka dan Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikan bangunnya mereka dari tidur mereka sebagai tanda kesempurnaan kekuasaan-Nya, kebaikan-Nya yang banyak dan bermacam-macam, supaya hamba-hamba-Nya mengetahui bahwa janji Allah Subhannahu wa Ta'ala pasti benar.
Adalah perintah menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat dan mendiskusikannya, karena Allah Ta'ala telah mengutus mereka untuk tujuan tersebut dan mengilhami mereka untuk berdiskusi di antara mereka seputar keyakinan mereka dan pengetahuan masyarakat mengenai keyakinan atau perilaku mereka sehingga diperoleh bukti-bukti dan pengetahuan bahwa janji Allah pasti benar dan sesungguhnya kiamat itu pasti terjadi tanpa ada keraguan di dalamnya.
Adalah berkenaan dengan etika seseorang yang merasa samar mengenai sesuatu ilmu, maka hendaklah ia mengembalikannya kepada gurunya dan berusaha untuk memahami dengan seksama pelajaran yang telah diketahuinya.
Bahwa sah mewakilkan dan mengadakan kerja sama dalam jual beli. Hal tersebut merujuk perkataan mereka,artinya, "Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini", kemudian "،K maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu." (Al-Kahfi: 19).
Bahwa diperbolehkannya memakan makanan yang baik-baik dan memilih makanan-makanan yang layak dan sesuai dengan selera seseorang selama tidak melebihi batas-batas kewajaran. Sedang jika melebihi batas-batas kewajaran maka hal tersebut termasuk perbuatan yang dilarang. Hal itu didasarkan kepada perkataan salah seorang dari mereka,artinya, "،K dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu." (Al-Kahfi: 19).
Adalah berkenaan dengan anjuran supaya memelihara, melindungi serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat menimbulkan fitnah dalam urusan agama dan harus menyembunyikan ilmu yang mendorong manusia berbuat jahat.
Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan perhatian dan kecintaan para pemuda itu kepada agama yang benar, pelarian mereka untuk menjauhkan diri dari semua fitnah dalam urusan agama mereka dan pengasingan diri mereka dengan meninggalkan kampung halaman serta kebiasaan mereka untuk menempuh jalan Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan hal-hal yang tercakup dalam kejahatan, seperti kemadharatan dan kerusakan yang mengundang kemurkaan Allah ƒ¹ dan kewajiban meninggalkannya, dan meniggalkannya merupakan jalan yang harus ditempuh oleh kaum mukminin.
Bahwa firman Allah Subhannahu wa Ta'ala,artinya, "Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya." (Al-Kahfi: 21) menunjukkan bahwa orang-orang yang berkuasa yang dimaksud ialah para penguasa ketika mereka dibangunkan dari tidur mereka yaitu para penguasa yang telah beragama dengan agama yang benar, karena para penguasa itu mengagungkan dan memuliakan mereka, sehingga para penguasa tersebut berniat membangun sebuah rumah peribadatan di atas gua mereka.
Meski hal itu dilarang khususnya dalam syari'at agama, maka yang dimaksud ialah menjelaskan tentang ketakutan luar biasa yang dirasakan Ashhabul Kahfi ketika membela dan mempertahankan keimanan mereka sehingga harus berlindung di sebuah gua dan setelah itu Allah Subhannahu wa Ta'ala membalas perjuangan mereka dengan penghormatan dan pengagungan dari manusia. Hal itu merupakan kebiasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam membalas seseorang yang telah memikul penderitaan karena-Nya serta menetapkan baginya balasan yang terpuji.
Bahwa pembahasan yang panjang lebar dan bertele-tele dalam masalah-masalah yang tidak penting; maka hal itu tidak perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal itu merujuk firman Allah Ta'ala,artinya, "Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka." (Al-Kahfi: 22).
Bahwa bertanya kepada seseorang yang tidak berilmu dalam masalah yang akan dimintai pertanggungan jawab di dalamnya atau orang yang tidak dapat dipercaya adalah terlarang. Hal itu merujuk firman Allah Ta'ala,artinya, "،K dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka." (Al-Kahfi: 22).

Baca Selengkapnya --> Kisah AshHabul Kahfi

Batu Masuk Ke Telinganya Beberapa Lama, Lalu Keluar


Dari Sa’id bin ‘Anbasah, ia berkata, “Tatkala seseorang sedang duduk sambil bermain-main dengan beberapa buah batu kerikil dan melempar-lemparnya, tiba-tiba ada yang mental dan masuk ke dalam telinganya. Orang itu terus berupaya dengan segala cara namun tidak berhasil mengeluarkannya. Beberapa batu itu masih belum bisa keluar dari dalam telinganya itu selama beberapa lama sehingga sangat menyiksanya.

Hingga suatu ketika saat ia duduk, tiba-tiba mendengar seorang Qari membaca ayat Allah, (artinya) “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan…” (an-Naml:62) Maka berkatalah ia, “Ya Rabb, Engkaulah Yang Maha Memperkenankan doa itu, dan akulah pula orang yang dalam kesulitan itu, maka hilangkanlah kesusahan yang sedang kuderita ini.!” Tak berapa lama, tiba-tiba beberapa kerikil berjatuhan yang ada di dalam telinganya itu pun keluar. Subhanallah!” (SUMBER: asy-Syifaa` Ba’da al-Maradl karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, hal.43 sebagai yang dinukilnya dari al-Faraj Ba’da asy-Syiddah karya al-Qadli at-Tannukhy, Juz.I, hal.89)
Baca Selengkapnya --> Batu Masuk Ke Telinganya Beberapa Lama, Lalu Keluar

26 Januari 2010

Dua Orang Buta dan Dua Macam Do'a

Dua orang buta sedang duduk-duduk dijalan yang biasa dilewati oleh Ummu Ja'far-Perempuan yang dikenal sebagai orang yang dermawan.

Orang buta pertama berasal dari keluarga besar dan sangat familiar, sedangkan orang buta kedua seorang bujangan dan tidak punya keluarga. Yang pertama berdo'a, "Ya Allah, berilah aku Rezeki dari semesta Karunia-Mu yang Maha Luas"

Orang buta kedua juga memanjatkan do'a, "Ya Allah, berilah aku rezeki dari limpahan karunia yang dimiliki Ummu Ja'far"

Kepada orang buta pertama-yang memohon karunia dari Allah- Ummu Ja'far mengirimkan dua Dirham. Sedang pada orang buta kedua-yang mengharapkan karunia dari limpahan harta Ummu Ja'far-dikirimkan dua potong roti. Dihadapak keduanya, disuguhkan seekor ayam panggang yang didalamnya disembunyikan uang sebanyak sepuluh Dinar.

Dua orang buta saling berebut. Kata yang kedua, "ambil ini dua potong roti dan ayam panggang, dan kesinikan dua dirham itu". Orang buta pertama melaksanakan permintaanya.

Kejadian ini berlangsung selama sebulan. Ummu Ja'far, bersama beberapa orang mendatangi mereka untuk sekedar bertanya, "coba kalian katakan, apakah pemberian kami sudah mencukupi?"

"Engkau sudah memberikan apa?" tanya mereka.
Kontan, Ummu Ja'far menjawab, "Tiga Ratus Dinas".

Orang buta kedua menjawab, "Demi Allah, tidak! akan tetapi, seseorang telah mengirimkan seekor ayam dan dua potong roti setiap hari dan saya menjualnya dua dirham kepada sahabat saya".

Ummu Ja'far menyatakan, "Benar, akan tetapi, mereka yang memohon karunia Allah-lah yang akan dicukupkan oleh-Nya melalui jalan yang tak disangka-sangka. Sementara yang lain-yang memohon karunia dari kekayaan kami-ia akan dihalangi kecukupannya oleh Allah. Semua itu agar manusia mengetahui bahwa kefakiran dan kekayaan harta hanya dari Allah dan bahwasannya apa yang ditakdirkan-Nya pasti terjadi.

Sumber : Spiritual Soft Drink, M. Tajuddin
Baca Selengkapnya --> Dua Orang Buta dan Dua Macam Do'a